Perkembangan teknologi informasi tidak hanya memengaruhi pola interaksi manusia saja. Teknologi informasi juga ikut menggeser berbagai perubahan kebijakan negara. Bahkan system keamanan suatu negara pun mulai diperkuat pada teknologi informasi.
“Maka tidak salah jika pemerintah harus terus bermitra pada perguruan tinggi. Melalui kalangan akademisi itu diharapkan system pertahanan IT semakin kuat,” tegas Pejabat Kementerian Pertahanan RI, Laksamana Muda TNI. Dr. Supartono dalam kuliah umum Pemanfaatan IT Dalam Pertahanan Negara di kampus UMB, Jakarta, Sabtu (11/3/17).
Menurutnya kondisi wilayah Indonesia yang sangat luas dan kaya akan sumber daya alam butuh pengamanan yang baik. Karena segala potensi itu dapat menimbulkan ancaman yang bentuknya semakin kompleks dan multidimensional. Baik berupa ancaman militer, nirmiliter ataupun ancaman dunia maya.
Terkait dinamika ancaman tersebut, pemerintah menyadari pentingnya pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Termasuk didalamnya adalah teknik informatika untuk mendukung pertahanan Negara baik dalam lingkup pertahanan militer maupun pertahanan nirmiliter.
“Sesuai dengan Perpres No 97 tahun 2015 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara 2015-2019, juga mencamtumkan pembangunan teknologi serta sistim informasi sebagai bagian dari pertahanan,” ujarnya.